Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bambu Runcing_with Nana
![]() |
| Nana berdiri di depan Monumen Bambun Runcing. |
09 April 2024, Monumen Bambu Runcing, Muntilan.
Hari ini, di penghujung puasa, mendekati hari raya Idul Fitri 2024, Eyang Ti mengajak Appa, Nana, Om Hen, Mba Nen (Mima tidak ikut karena masuk piket di Puskesmas) untuk memperbaiki kuburan Eyang Kung... Usai mempercantik makam, kita memutuskan untuk mampir ke Monumen Bambu Runcing, Muntilan, agar Nana bisa bermain dan menghirup udara segar di luar...
Kali ini, kita hanya melepas penat saja Nak... suatu saat nanti, jika diperkenankan, sedikit kan kuceritakan kisah cinta, pengorbanan, perjalanan dan perjuangan Eyang-eyang terdahulu, yang terekam manis, terukir dan terpahat indah di dasar monumen...
![]() |
| Seekor Burung Emprit diatas dedaunan... |
Nana : "Appa, itu apa?"
Jari telunjuk mungilnya menuju pada makhluk kecil, hitam, yang berjalan sedikit tergopoh... Lalu digenggamnya seekor burung Emprit yang kebetulan sedang terluka...
Nana : "Ayo, kita sembuhkan Appa"
Senyumku-pun merekah mengetahui niatan baik Nana... Di sisi lain aku tahu, "ngopeni" burung dalam kondisi seperti ini tidaklah mudah, bahkan dalam pengalamanku, "mortality rate" nya cukup dahsyat... hehe...
![]() |
| Dalam perkumpulan Jamur Kayu yang tumbuh diatas kayu yang lapuk... |
Di salah satu sudut taman, dimana seorangpun mungkin tidak tertarik untuk menapak, tampak segelondong kayu yang terhampar, hampir lapuk diatas tanah yang ikut menjadi lembap... Tempat nyaman bagi pertumbuhan para Jamur kayu...
Cantik, terlihat kontras dengan warna orange-nya yang mencolok dengan background kehijauan lumut-lumut yang mulai tumbuh di sela-sela kerak batang kayu...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya



Komentar
Posting Komentar